Siapa Luqman Al-Hakim?
Dikutip dari salah satu artikel di dalam majalah Nurul Hayat Madiun "Bacaan Hikmah Keluarga"
Luqman "Al-Hakim" atau Luqman sang pemilik Hikmah. Istimewa, kisahnya disebutkan dalam Al-Qur'an. Mendapat legitimasi langit. Bahwa Allah Swt telah memberinya kekayaan hikmah. Bahkan namanya dijadikan nama salah satu surat dalam Al-Qur'an.
Dengan berbagai keistimewaan itu, siapakah Luqman? Apakah Luqman seorang Nabi? Menurut mayoritas ulama, termasuk Ibnu Katsir di dalam tafsirnya menyatakan bahwa Luqman tidak termasuk Nabi. Beliau adalah seorang laki-laki shaleh yang mendapat karunia hikmah dari Allah Swt. Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah berpendapat bahwa nama panjangnya adalah Luqman bin 'Anqa' bin Sadun. Sedangkan nama anaknya adalah Suhaili.
Sahabat Rasulullah Saw, Jabir bin Abdullah r.a. mengidentifikasi Luqman dengan ciri-ciri fisik tubuhnya pendek dan hidungnya tidak mancung. Sedang Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya yang berprofesi sebagai tukang kayu dan berasal dari Habsyi (Ethiopia sekarang ini). Dan beliau berkulit hitam.
Menurut Ibnu Abbas, Luqman Al-Hakim hanya orang biasa. Bukan Nabi bukan pula Raja. Hanya seorang penggembala ternak. Lalu dimerdekakan oleh tuannya. Bila membaca ciri-ciri fisik dan latar belakangnya, pastilah orang-orang di zamannya akan tertipu. Menganggapnya sebagai laki-laki biasa. Bahkan sebagai kelas dua. Andai Al-Qur'an tak mengabarkan keistimewaannya. Lalu kita melihatnya langsung. Mungkin penampilannya juga akan menipu kita untuk meremehkan beliau. Tapi konon, belakangan masyarakat mulai mengenali keistimewaan Luqman. Beliau menjadi rujukan permintaan nasehat dari masyarakatnya.
Hikmah adalah pemberian dari Allah Swt. Menurut Said Hawwa, hikmah kedudukannya di atas pengetahuan. Hikmah adalah kemampuan menyikapi sesuatu hal dengan ilmu yang benar. Sehingga selalu tepat dan memberi maslahat dunia dan akherat.
Dari sekian banyak hikmah yang terlontar dari lisan Luqman, satu tema hikmah, Allah abadikan di dalam Al-Qur'an sehingga menjadi mutiara berharga yang bisa digali ummat hingga hari kiamat. Kita bersyukur sekali. Karena ini urusan yang sangat penting yaitu soal anak.
Dalam Al-Qur'an surat Luqman ayat 13 hingga 19. Berisi nasehat Luqman kepada anaknya. Ada lima pokok penting yang ia sampaikan. Di dalamnya sudah termuat aspek aqidah, ibadah, dan akhlak muamalah. Pendidikan anak idealnya mengacu pada lima hal tersebut. Siapapun yang menginginkan keberhasilan dunia dan akherat dalam mendidik anak, tanamkan lima prinsip dari Luqman kepada putra-putrinya.
Di antara pelajaran dan wasiat Luqman tersebut adalah:
- Senantiasi bersyukur kepada Allah Ta’ala
- Menjauhi kesyirikan
- Jangan bersikap sombong, bersikap tawadhu’ di hadapan manusia
- Ingatlah bahwa setiap amalan akan mendapat balasan
- Dirikanlah shalat, beramar ma’ruf nahi mungkar, dan bersabar terhadap setiap cobaan.
Pastikan tumbuh kembang anak-anak kita, beriringan dengan asupan lima prinsip tersebut. Sehingga kelak ketika dewasa mereka memiliki pondasi yang kokoh. Kuat akidahnya. Kuat ibadahnya. Baik akhlaknya. Dicintai langit dan dimuliakan bumi.
Wallahu a'lam bi-shawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar